Estimasi waktu baca: 4 menit
Bayangkan Anda baru saja membeli asuransi kesehatan. Proses pembelian asuransi berjalan lancar, tanpa harus mengisi berlembar-lembar dokumen atau menunggu berhari-hari untuk verifikasi. Cukup lakukan beberapa ketukan di aplikasi, polis segera aktif dalam hitungan menit.
Begitulah wajah baru industri asuransi pada 2025. Setelah eksis ribuan tahuan, industri ini mengalami perubahan berarti berkat dorongan tiga gelombang inovasi asuransi besar: digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan big data.
Tak hanya mempercepat transformasi industri asuransi, tetapi inovasi tersebut mampu mengubah cara pelanggan berinteraksi dengan layanan asuransi sehingga lebih personal sekaligus efisien. Lalu, bagaimana setiap inovasi asuransi tersebut membawa perubahan dalam industri ini?
Gelombang 1: Digitalisasi
Digitalisasi menjadi fondasi utama dalam transformasi industri asuransi. Teknologi digital mempercepat berbagai proses yang sebelumnya memakan waktu, seperti pembelian polis dan klaim asuransi.
Aplikasi mobile dan platform online kini berperan sebagai alat utama pelanggan untuk mengakses produk dan layanan asuransi. Cukup beberapa klik, pelanggan dapat membandingkan produk, membeli polis, maupun mengajukan klaim tanpa perlu melalui proses rumit. Sebagai contoh, aplikasi asuransi seperti Allianz lewat eAZy Connect telah memungkinkan pelanggan mengakses polis dan melakukan klaim langsung dari smartphone mereka.
Digitalisasi juga menyederhanakan proses internal perusahaan asuransi sehingga membuat operasional lebih efisien. Bahkan, laporan Insurance Tech Insights 2024 mengungkapkan lebih dari 70% interaksi asuransi berlangsung di perangkat mobile.
Bagi pelanggan, digitalisasi membawa kenyamanan yang tak tertandingi. Proses klaim yang dulunya bisa memakan waktu berminggu-minggu sekarang dapat selesai dalam hitungan jam. Hal ini tentu meningkatkan kepuasan pelanggan serta mendorong loyalitas mereka terhadap perusahaan asuransi.
Baca juga: Tiga Teknologi Ini Akan Mengubah Layanan Pelanggan Pada 2028
Gelombang 2: Kecerdasan Buatan (AI)
Teknologi AI dalam asuransi tentu membawa perubahan signifikan pada aspek operasional. Proses underwriting dan klaim menjadi salah satu penerapan utama AI pada bisnis asuransi.
Berbekal kecanggihan ini, perusahaan asuransi mampu meningkatkan akurasi penilaian risiko dan mempercepat proses persetujuan klaim. Chatbot berbasis AI pun hadir sebagai solusi yang mampu membangun pengalaman positif melalui respons tanggap dan layanan 24/7 terhadap setiap kebutuhan pelanggan.
Potensi AI juga muncul dalam personalisasi produk asuransi. AI akan merekomendasikan produk yang paling sesuai kebutuhan individu dengan menganalisis data pelanggan. Pendekatan demikian tentu dapat mendorong relevansi produk yang juga memberikan nilai tambah di mata pelanggan.
Gelombang 3: Big Data
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana perusahaan asuransi menentukan premi yang harus dibayar? Di era big data, perhitungan tersebut dapat lebih akurat karena analisis mendalam terhadap pola perilaku pelanggan.
Big data membantu perusahaan asuransi memahami preferensi pelanggan sehingga dapat menawarkan produk yang lebih relevan. Dengan analisis data dari media sosial, transaksi perbankan, dan rekam medis digital, perusahaan bisa menyusun strategi pemasaran secara efektif sekaligus meminimalkan risiko klaim yang tidak terduga.
Sebagai contoh, beberapa perusahaan asuransi mulai menerapkan model pay-as-you-live untuk asuransi jiwa dan kesehatan. Artinya, premi yang Anda bayarkan dapat disesuaikan dengan gaya hidup Anda, seperti berdasarkan pola aktivitas fisik yang terpantau dari perangkat wearable.
Selain itu, penerapan analisis big data juga dapat menekan potensi penipuan serta menjamin pelanggan memperoleh pelayanan optimal. Perusahaan pun bisa mengandalkan big data untuk menciptakan solusi asuransi yang relevan dengan kebutuhan pasar, seperti merancang produk mikroasuransi untuk segmen pelanggan tertentu.

Baca: Peran AI dalam Survei Bisnis: Solusi Modern untuk Tantangan Lama
Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Asuransi
Tiga gelombang inovasi asuransi–digitalisasi, AI, dan big data–sedang membentuk ulang industri asuransi pada tahun 2025. Bagi generasi yang memprioritaskan kemudahan teknologi, inovasi tersebut hadir sebagai sebuah langkah maju. Perusahaan asuransi yang mampu mengadopsi perubahan dengan cepat akan mengantongi peluang besar menjadi pemimpin pasar.
Maka, sudah waktunya semua pihak giat bertransformasi menuju era baru asuransi yang lebih modern dan inklusif, termasuk Anda. Sebagai langkah awal, perusahaan dapat mengadaptasi teknologi secara bertahap dengan memanfaatkan solusi berbasis AI. Misalnya, chatbot layanan pelangan atau sistem otomatisasi klaim yang tidak membutuhkan integrasi kompleks dengan data pribadi.
Dengan begitu, perusahaan dapat mempelajari pola teknologi berikut ekosistemnya sambil memberikan kesempatan bagi staf untuk beradaptasi dengan inovasi baru. Jadi, transformasi digital bisa berjalan lebih lancar tanpa mengganggu operasional utama.
Beralih ke CRM Omnichannel berbasis AI seperti AIVIA adalah sebuah langkah nyata untuk mengembangkan inovasi di perusahaan asuransi Anda. Tim dari AIVIA siap membantu Anda dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di bidang Asuransi.
Siap bertransformasi bersama AIVIA sekarang? Hubungi kami di sini untuk informasi selengkapnya.
Leave a Reply